Friday, October 10, 2014

MITOS ATAU TABU

Dalam Kehidupan masyarakat sunda jaman dulu banyak sekali larangan atau hal tabu yang tidak boleh di lakukan oleh suku Sunda, dan hal itu berkembang dengan istilah PAMALI , walau pun saat ini hal tersebut sudah jarang di ikuti oleh generasi saat ini, tetapi mungkin kita masi dapat mengambil sebuah pelajaran dan pegangan hidup, karena dari hal itu ada sebuah khazanah adi luhung dan kearifan lokal  dari budaya Sunda yang patut kita lestarikan.
          Aturan dan pantrangan Pamali itu terjadi kemunkinan tak lepas dari karakteristik masyarakat Sunda itu sendiri yang berpegang teguh pada adat, Mitos / Tabu ini juga sering sekali kita temukan dalam kehidupan sehari-hari khususnya di daerah KELUA, khususnya di daerah kampung halaman penulis sendiri yaitu di PEMATANG-KELUA dan sekitarnya, pada Blog ini penulis akan berbagi cerita tentang Mitos / Tabu yang ditinggalkan orang tua zaman dulu yang masih ada dan tidak luntur sampai saat ini, yang di antaranya yang sebagian di ambil dari bahasa Suku Sunda, yaitu: 

1.       ULAH TATALU TI PEUTING _ Dilarang memukul mukul sesuatu yang mengeluarkan bunyi kata orang tua nati suka banyak tikus, 
Secara logika : Kalau memukul mukul sesuatu dan menimbulkan bunyi akan berisik dan mengganggu orang lain, karena malam hari waktunya orang untuk istirahat.
2.       ULAH NEUKTEUKAN KUKU TI PEUTING
Jangan memotong kuku pada malam hari
Logika : Karena mungkin jaman dulu tidak mengenal gunting kuku, yang di gunakan untuk memotong adalah alat tajam, di tambah belum ada nya listrik, maka kalau memotong malam hari bisa mencidrai diri kita.
3.       ULAH MEULI CENGEK TI PEUTING >
Membeli cengek pada malam hari.

Logika : Kedua hal di atas adalah merupakan bagian kebutuhan hidup sehari-hari jadi harus selalu tersedia.
4.       ULAH NGAHEOT TI PEUTING > Suka ada yang mengikuti..
Jangan bersiul pada malam hari
Logika : Sebenarnya bersiul selain menandakan kita sedang senang/ceria akan tetapi ada makna kesombongan,angkuh meskipun dilakukan pada siang hari apalagi dekat orang yang usianya di atas kita.
5.       SILISIARAN TI PEUTING > Suka dideketin mahluk alam lain
Mencari kutu rambut malam hari.
Logika : Selain makna syiar islam atau lebih baik mengerjakan yang lebih bermanfaat juga karena malam hari gelap,lebih baik tidur.
6.        MEULI BARANG SEUKEUT TI PEUTING
Membeli barang tajam pada malam hari,seperti pisau,silet.
Logika : Kemungkinan penyalahgunaan barang untuk hal negative.
7.        ULAH NIUP SULING TI PEUTING > Mendatangkan Harimau gaib
Jangan meniup suling pada malam hari.
Logika : Makna syiar Islam,lebih baik membaca Al Qur’an atau tidur saja.
8.        ULAH KALUAR IMAH SAREUPNA > Bisi ku sanekala
Jangan keluar rumah menjelang malam.
Logika : makna syiar Islam,karena biasanya menjelang maghrib semua pergi ke Masjid untuk belajar baca tulis Al Qur’an kemudian sholat berjamaah.
Yang ini sekarang sedang digalakan oleh pemerintah dan kita harus mendukungnya.
9.       ULAH MAWA BUDAK LEUTIK KALUAR IMAH TI PEUTING > Suka dideketin mahluk halus
Jangan bawa anak balita keluar rumah malam hari
Logika : Udara malam sensitive untuk anak terutama balita.
10.   ULAH CICING DI LAWANG PANTO > bisi nongtot jodoh
Jangan diam di muka pintu.
Logika : Selain menghalangi orang lain keluar masuk ruangan juga kenapa tidak duduk saja di kursi atau diluar saja.
11.   ULAH MUKA PAISAN > Suka melakukan hubungan suami diluar nikah (laki-laki)
Jangan membuka bungkus pepes.
Logika : Pepes ikan atau pepes apapun mayoritas suka,dan lebih baik di buka oleh wanita yang biasanya bisa membagikannya secara adil dan biasanya laki-laki satu pepesan bisa habis…he he he.
12.   ULAH DAHAR BARI DI TANGGEUY > Menghormati Dewi padi
Jangan makan dengan piring di tangan.
Logika : Dikhawatirkan tumpah.
ULAH DAHAR BARI NGOBROL > Menghormati Dewi Padi
Jangan makan sambil ngobrol.
Logika : Dikhawatirkan tersedak.
13.   ULAH NGAREMEH > Menghormati Dewi padi.
Jangan menyisakan nasi di piring sebutir-pun.
Logika : Belajar hidup sehat dan bersih,beryukur karena kita masih bisa makan.
14.   ULAH DAHAR BARI CECEPLAK
Jangan makan dengan lidah bersuara.
Logika : Mebuat jijik teman makan disekitar kita.

15.   ULAH DAHAR DINA COET > Suka mendapatkan jodoh yang lebih tua (kakek-kakek atau nenek-nenek)
Jangan makan beralaskan cobekan.
Logika : Cobekan biasanya terbuat dari batu dikhawatirkan kerikilnya termakan.
16.   KUCING BETAMUAS>
Orang tua dulu percaya apabila ada kucing di dalam rumah "Betamuas" (menjilati tangannya dan mengusapkannya keseluruh wajahnya) dan itu terus dilakukan kucing berulang kali, diyakini itu adalah pertanda bahwa nanti akan ada tamu yang datang berkunjung kerumah tersebut, apakah mungkin binatang kucing memiliki insting yang tinggi untuk menyambut tamu yang akan datang baik itu tamu dari jauh ataupun dari dekat. sampai saat ini hal seperti itu masih bisa ditemukan dalam kehidupan kita sehari-hari, apakah itu kebetulan saja atau tidak Wallahua'lam (Hanya ALLAH SWT yang maha mengetahui)
19.      AWAS KAINA KAPUHUNAN
"Rasai dahulu...! sadikit barang, kaina kapuhunan". (Di cicipi dulu, nanti dijalan kena musibah) Kata itu masih terngiang di telinga penulis apabila mau bepergian keluar rumah, "Kapuhunan" disini artinya adalah musibah yang dialami jika kita bepergian keluar rumah namun tidak sempat mencicipi makanan atau minuman yang kita ingini. menurut mitosnya : kalau kita ingin bepergian namun tidak sempat mencicipinya, maka kita akan terkena musibah, agar tidak terjadi musibah, kita harus mencicipinya walaupun hanya sedikit. Menurut hemat penulis: semua yang terjadi dan kita alami di dunia ini, baik dan buruknya peristiwa yang dialami, itu sudah ditulis dan kita setujui sebelum dilahirkan dari dalam perut ibu kita. Jodoh, rejeki dan maut itu sudah diatur oleh sang pencipta yaitu ALLAH SWT.
20.   KALAMBU PENANGKAL GANGGUAN MISTIS
Apabila kita tidur memakai kelambu, katanya sih itu dapat menangkal segala gangguan mistis seperti santet, teluh, pelet, dan gangguan mistis lainnya. karena dengan kelambu, itu dapat memagari diri kita sehingga ilmu jahat tidak bisa masuk ke dalam kelambu, hal ini masih banyak dipercaya keberadaannya. Benar atau tidaknya penulis sendiri tidak bisa berkomentar banyak, lebih baik mawas diri dan kayanya kalau terbiasa dengan kelambu, ga ada salahnya juga tidur memakai kelambu, yang jelas dan pasti bagi penulis sendiri adalah kelambu dapat menangkal segala gangguan mahluk halus alias nyamuk, jadi jelas tubuh kita gak bakalan bentol-bentol karena gigitan nyamuk.
21.      BETAWARAN LAWAN DATU
Mitos yang beredar, Apabila lewat ditempat yang angker, kita harus ngomong sendiri bilang permisi dengan hantu penghuni tempat tersebut, apalagi kita membawa makanan yang mengundang hasrat makhlus untuk mendekatinya, salah satu contohnya adalah : Telor, Ketan, Daging, dan makanan lainnya. dan contoh ucapan yang diajarkan orang tua penulis sewaktu kecil dulu apabila melewati tempat yang dianggap angker (Behantu) adalah "Datu umpat lalu....... mun handak ngini rasai ha inguhnya, mun kada be banda tu marasainya kada be banda jua" Yang dapat kita ambil dari semua ini adalah bahwa keberadaan para mahluk halus alam ghaib itu memang ada dan kita wajib mempercayainya, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Kitab Suci Al-Qur'an. dan ini semua adalah salah satu tanda dari kebesaran ALLAH SWT.
22.      SISIK TANGGILING
Sisik dari binatang tenggiling ini biasanya dibuat kalung atau dijadikan gelang pada anak kecil, tujuannya agar anak anak kecil tersebut tidak diganggu oleh mahluk halus atau yang biasa disebut "Hantu Karungkup". Pembaca mungkin ada yang bertanya-tanya, Mengapa sisik dari tenggiling yang dipilih, bukan sisik dari binatang lain seperti sisik ikan besar atau sisik ular dll. cerita orang tua dulu binatang tenggiling adalah jelmaan dari mahluk halus, kalau anak kecil memakai sisik nya, berarti dapat mengelabui "Hantu karungkup" karena dia menganggap anak kecil itu adalah sebangsanya sesama mahluk halus.dan dia tidak akan mengganggu sebangsanya. begitu sih cerita mitosnya yang penulis dengar. semua ini kembali pada diri pribadi kita masing-masing. Semoga kita semua tidak menjadi orang yang sirik dan menyekutukan ALLAH SWT.
23.      TALI HADUK
Tali haduk biasanya digunakan pada tali ayunan anak kecil, tujuannya sama seperti sisik tenggiling yang kita bahas diatas yaitu agar anak kecil yang lagi tidur dalam ayunan terhindar dari gangguan mahluk halus atau "Hantu Karungkup". Penulis juga pernah melihat di rumah seorang penduduk, Tali haduk dipakai membentang mengelilingi rumah tersebut, biasanya rumah yang dikelilingi tali haduk tersebut penghuninya sedang hamil ataupun memiliki anak yang masih kecil, tujuannya juga tidak lain dan tidak bukan untuk memagar secara gaib gangguan dari mahluk halus. Sebagai seorang muslim kita memiliki Tuhan yang Maha Esa, Raja dari segala mahluk yang ada, ALLAH SWT yang maha melindungi kita dari segala sesuatu yang terjadi, mintalah kepada Nya.
24.      MANDI KEMBANG
Apabila ada seorang gadis yang sudah lama ga kawin-kawin, apalagi sudah jadi perawan tua, maka berbagai cara pun dilakukan agar dia cepat mendapat jodohnya, salah satunya dengan cara Mandi kembang kepada orang pintar agar cepat mendapat jodoh. Katanya mandi kembang bertujuan untuk menebar pesona kepada semua orang yang melihat, agar dia lebih terlihat cantik dan tidak bosan dipandang oleh mata, apabila laki-laki yang melihat maka lelaki tersebut akan senang dan tertarik padanya. Apabila perempuan yang melihatnya, maka perempuan tersebut akan senang berteman dengannya. Mandi Kembang biasanya tidak hanya dilakukan pada perempuan saja, namun laki-laki pun terkadang bisa melakukannya. Boleh-boleh saja kita ber syari'at untuk mencari jodoh, namun yang pasti Jodoh urusan Nya dan semua ditangan ALLAH SWT. Yang selanjutnya penulis akan berbagi cerita dalam bahasa banjar tentang hal-hal yang berhubungan dengan Mitos/Tabu sewaktu penulis masih kecil dulu, serta kenangan lucu yang penulis alami sendiri sewaktu masih menginjak Sekolah Dasar, mungkin pembaca juga pernah mengalaminya.
25.      JANGAN MANDUDUKI BANTAL
Dahulu sarik banar kuitan apabila manduduki bantal, napa sebabnya? Ujar sidin apabila manduduki bantal kaina burit pacang babisul, amun dipikirakan secara logika, rasa kada mungkin pang menduduki bantal yang empuk to burit jadi babisul. ((( Keini ja..!! ))) Amun kita pandang dari segi Norma dan Etika, dasar kada pantas pang amun bantal diduduki, karena bantal gasan malabuh kapala, bantal pulang am gasan kita malabuh burit. kita ambil sisi positifnya haja, mungkin Sidin jadi manyariki karena takutan bantal rabit, ngintu pulang am duit manukar bantal hanyar.
26.      JANGAN MANUNJUK PELANGI ATAU KUBURAN
 Lagi halus dahulu apabial ada pelangi atau kuburan jangan wani-wani manunjuk lawan tangan atau jari talunjuk, karena pelangi tadi adalah jelmaan dari Naga nang manyarupa pelangi kisahnya, amun sudah terlanjur tatunjuk-tunjuk jua, lakasi dikucup jari talunjuknya ngintu, karena mun lambat keina jari ngintu bisa kutul/pagat. Bagi kakanakan dahulu percaya haja dan manggawi haja, karena masih belum baakal lagi, kalau kita nang sudah dewasa dan sampai mamikirakan hal itu adalah sesuatu yang sangat lucu sekali. Karena menurut ilmu Geografis Alam, Pelangi adalah gejala optik dan metereologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak dilangit yang disebabkan oleh busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air.
27.       LIMBAH BASUNAT
Mun limbah basunat kakanakan bahari dan mungkin sampai wahini disariki bajalan kaluar rumah, Ujar sidin apabila bajalan dan Talingkahi Tahi Ayam atawa Tahi Mantung bahasa Jepangnya, maka ampun kakanak tadi bisa buruk, padahal bakteri nang ada di tahi mantung tersebut kada sempat naik keatas karena hanya melingkahinya satumat haja, itu semua dilakukan kuitan dikarenakan niat baik dari mereka supaya lakas ampih, manakutani banarai supaya diam dirumah haja sampai bujur-bujur karing. mun dibawa bagarak-garak ngintu pulang lambat karing banangnya limbah basunat dan lambat ampih kena, mun sudah ampih sakit to maraha lagi handak bajalan jauh. memang kasih sayang orang tua takan luntur sepanjang masa.
28.       LANGIT HABANG
“Naik,,,, naik,,,,, lakasasi naik,,,,,!!! Magrib Sudah. Lakasi mandi, Tu kada malihat kah langit habang Hantu handak Bagarit, ikam patak hantu kena” Kata nang Bakutip diatas adalah suara kuitan nang manyuruh anaknya bulik karumah, karena sudah sanja kada ampih jua bemainan, mungkin pembaca ada yang belum tahu napa ngintu "Bagarit". Bagarit amun diartikan ka bahasa Indonesia artinya Berburu, jadi Hantu Bagarit artinya Hantu Berburu kanakan yang masih diam di tanah apabila hari sanja, amun misal kajadian jua kanakak tadi dilukupi hantu, biasanya orang kampung mancarinya lawan begandang nyiru, itu maka hantunya akan malapas ujar... tapi damini jarang banar kira-kira lagi hantu mamatak kakanak, amun bahari kira-kira bisa ae saku.
29.      KELUAR MESJID
Ngarannya kakanakan katuju banar bamainan ditanah, babukahan dan katalahannya rabah, batisnya langsung kaluar darah, lalu dikasai obat merah, dikasaikan oleh umanya Ipah. Apabila kakanak tadi manangis manggaraung kasakitan, maka biasanya nang kuitannya mamadahi "Ampih dah manangis, kaina di luka mu to kaluar Mesjid". Memang badusta to kada baik, tapi amun badusta demi kebaikan ya... boleh-boleh haja. sekarang kita beri tepuk tangan dan nilai 100 gasan nang kuitan tadi, karena sudah mambisai anak sidin manangis. Sebagai kakanakan pasti ae takutan batisnya nang badarah tadi kaluar mesjid, jadi inya ampih ae lagi nangis besisigan, mun kada didustai kaitu kada ampih ae manangis batatarusan, kita ambil baiknya haja niat kuitan manyuruh anaknya ampih manangis

     Mungkin ini hanya sebuah budaya namun jika dilihat secara logika ada benarnya juga, dan ini merupakan warisan dari orang tua kita yang patut di lestarikan. 
Comments
0 Comments

No comments: