Sunday, March 6, 2016

KETIKA ISTRIKU MELAHIRKAN



Rabu , 03 Februari 2016 wita, saat aku lagi ibuk-sibuknya, aku tau istriku sudah hamil hampir mendekati masa bersalin. Setelah berada di tempat kerja tetapi tertunda karena ada sesuatu hal dan akhirnya saya pulang jam 16.30 wita. Memang saat itu kandungan istri sudah melebihi HPL atau yang kita ketahui hari perkiraan lahir maka periksa ke bidan pun harus sering dilakukan, setelah tiba dirumah, istriku bercerita apa yang sedang di alaminya, air ketuban keluar dari rahim istriku, padahal belum waktunya bersalin.

Setelah di bawa ke bidan ternyata istriku memang mengalami becah ketuban dini dan pembukaan satu, Padahal Prediksi Lahir bayi kami adalah setengah bulan lagi dan bidan menyarankan harus di rujuk ke rumah Sakit.

Perjalanan lancar tidak ada hambatan, kita sampai  pukul 17.00 wita tiba di RS Sari Mulia langsung ketempat tujuan utama dengan tergesa-gesa, ada bidan dan dokternya yang langsung memeriksa kondisi istriku. Aku menunggu dengen rasa khawatir dan resah.

Setelah beberapa menit diperiksa dan dokter segera memberikan  informasi tentang kondisi istriku, bidan itu berkata  kalau istriku baru melewati pembukaan 1 untuk proses persalinannya dan itu masih proses yang panjang sampai waktu persalinannya yang pas tiba. Jika tidak memungkinkan besok harus segera di lakukan operasi cesar  sekitar jam 08.00. Tengah malamnya aku temui bidan yang semalam merawat istriku, aku tanyakan lagi keadaannya, dia hanya berkata
"kita tunggu ya pak sampai jam 08.00 pagi besok kalau memang tidak ada perubahan nanti kita akan lakukan operasi cesar" aku hanya mengangguk dan berkata "lakukan apa saja yang terbaik untuk istri dan anak yang ada di dalam kandungan "iya pak" jawabnya singkat.

Karena biaya di RS Swasta biayanya mahal saya minta rujukan dan dirawat ke RS Umum Pambalah Batung karena biaya. Ketika waktu subuh aku melihat jam ditangannku pukul 05:00  wita, tidak ada tempat untuk memajamkan mataku walau sejenak, aku hanya menunggu dan menunggu, menahan rasa kantuk yang semakin membuat kepalaku pusing.

Selasa, 04 Februari pukul 07:30 wita, dokterpun datang menemui tempat ruangan yang kami diami untuk bersiap-siap dilakukan operasi,  setelah selang beberapa menit, aku antarkan istriku bersama bidan ke ruang operasi.
Tepat jam 08.07 wita. Terdengar suara tangisan bayi, aku kira itu anak orang, setelah ku periksa, ternyata itu adalah anak yang dikandung istriku yang baru saja dioperasi cesar.

Subhanallah... ku panjatkan syukur atas kehadiran bayi pertamaku. Ku saksikan bidan membersihkan bayi mungilku. Aku diminta menemani bidan yang membersihkan anakku, sembari kuperhatikan ia wajahnya nampak seperti ibunya, terlihat aga pucat dengan berat 2500 gram dan panjang 47 cm, berjenis kelamin perempuan dan bersyukur bayinya lahir secara sempurna, hanya saja ada sedikit kondisi yang kurang baik bagi anakku menurut keterangan bidan ia tersedak air ketuban  hingga masuk ke paru-paru dan lambungnya itu yang mengakibatkan ia tidak menangis lantang namun tidak terlalu berarti, kondisinya segera membaik, segera di bersihkan dan aku adzankan.

Aku menceritakan tentang bayi yang baru ia lahirkan pada istriku sambil menemaninya melewati proses penjahitan yang cukup memakan waktu hingga 2 jam.

Seketika setelah itu keluargaku dan dari istriku mulai berdatangan,  bergantian mulai melihat bayiku, mereka tampak bahagia, mungkin hanya itu yang bisa ku lihat.

Setelah semua proses selesai  waktu menunjukan pukul 11.00 wita istriku istriku dibawa ke ruang perawatan (Kamar Kelas III A). Karena kondisi istriku kondisinya masih belum pulih, sempat tidak  menyusui dan malam harinya baru bisa menyusui
Aku senang semuanya sehat, anak dan istriku sehat, hebat, luar biasa..
Tiga hari dirawat inap, Minggu, 07 Februari 2016 di perbolehkan pulang, sekitar pukul 12:00 kita pulang setelah administrasi selesai.

Dibalik semua biaya itu separuh dari pembiayaan rumah sakit di bantu oleh orang tua istriku. Karena kondisi keuanganku tidak mencukupi. Perasaan Galau memang ada, karena hal yang demikian, aku hanya berharap, kelak aku bisa mengembalikan uang yang dikeluarkan orang tua istriku.

Dan sekarang. . . . . .

Aku kini seorang ayah.. dan Istriku kini seorang ibu...
Anakku akan aku jaga dan rawat sepenuh hatiku agar dia  tumbuh dewasa diantara ayah dan ibunya yang sangat menyayanginya..

Semua yang menjadi seorang ayah pasti mengalami ini dengan cerita yang berbeda,
Aku bagikan cerita ini agar kita bisa memahami perjuangan seorang ayah dan lebih-lebih seorang ibu yang melahirkan itu luar biasa walau hanya dilakukan secara cesar dan untuk para ibu-ibu yang lain kalian memang luar biasa..dan para ayah.. salut!


Terima kasih telah meluangkan waktu membaca ceritaku ini.

Comments
0 Comments

No comments: